itu seakan2 penyakit bagi aku.
sakit yang suka muncul kalau lagi kecapekan atau makan makanan yang sembarangan. "sembarangan" disini, bisa karena terlalu banyak makan yang 'kering'2, seperti : Nasi Goreng, Mie Goreng, pokoknya makan makanan yang gak banyak sayur2annya. juga tidak diimbangi dengan buah2an.
tapii bagi aku, itu bukan penyakit. hal itu kan disebabkan karena ketidakseimbangan kalium dalam tubuh.
bahasa umumnya bisa seperti dehidrasi.
jujur, itu ngebuat aku tersiksa banget dalam melakukan aktivitas sehari2.
meski (menurut aku) aku sudah makan yang 'baik2', sudah cukup konsumsi buah2an atau sayur2an. tapi kalau memang uda kecapekan, pasti rasa berat dikaki pasti ADA. meski kadang2 cuma sedikit atau sebentar.
tapi ALHAMDULILLAH selama aku bisa menghandle makananku dengan baik, aku bisa beraktivitas dengan baik juga.
walaupun, aku selalu diliputi rasa takut setiap saat dihati aku kalau TAKUT KAMBUH tiba2. dan mengacaukan kegiatan2ku. huhu :( *bener2 bagaikan hantu buat aku!!*
dan setelah ngubek2 paman Google, aku menemukan artikel tentang sakit yang selama ini aku alami itu. *meski penjelasan dari dokter ku sendiri, aku sudah paham banget!* hehe.. *ini sekedar share aja koq. ;)
Check it!
Potasium ditemukan di hampir seluruh tubuh dalam bentuk elektrolit dan banyak terdapat pada saluran pencernaan. Sebagian besar kalium tersebut berada di dalam sel, sebagian lagi terdapat di luar sel. Mineral ini akan berpindah secara teratur dari dan keluar sel, tergantung kebutuhan tubuh.
Di dalam tubuh, kalium biasanya bekerja sama dengan sodium atau natrium (Na) dalam mengatur keseimbangan muatan elektrolit cairan tubuh. Keseimbangan ini dijaga dengan menyesuaikan jumlah asupan kalium dari makanan dan jumlah kalium yang dibuang.
Cukup mudah memperoleh kalium dari makanan sehari-hari. Kalium banyak ditemukan pada jeruk, pisang, kentang, alpukat, bayam, tomat, daging, susu, dan kacang-kacangan. Orang sakit yang kurang konsumsi makanan melalui mulut, tentunya asupan kalium akan berkurang pula.
Dalam keadaan normal, organ ginjal berperan menyesuaikan antara asupan dan jumlah kalium yang dibuang tubuh. Sebagian besar kalium dibuang melalui urin, walaupun ada juga yang keluar bersama tinja.
Penggunaan Pencahar
Dijelaskan Dr. Samuel, kadar kalium dalam darah orang normal 3,5-5 mEq/liter. Bila kurang dari itu dibilang kekurangan kalium atau dikenal dengan istilah hipokalemia. “Orang jarang kekurangan kalium,” kata Dr. Samuel.
Olahragawan membutuhkan asupan kalium lebih banyak karena banyak mengeluarkan keringat. Pengguna obat pencahar juga butuh asupan kalium lebih untuk menggantikan kalium yang keluar akibat proses diuretik. Sebaliknya, orang yang mempunyai penyakit diabetes dan gagal ginjal disarankan tidak mengasup kalium terlalu banyak. Ini karena tubuh mereka tidak dapat lagi secara normal memetabolisme mineral ini.
Ginjal yang normal dapat menahan kalium dengan baik. Jika konsentrasi kalium darah terlalu rendah, biasanya karena ginjal tidak berfungsi normal atau terlalu banyak kalium yang hilang melalui saluran pencernaan akibat diare, muntah, penggunaan obat pencahar dalam waktu lama, atau polip di usus besar.
Ginjal juga mengeluarkan banyak kalium pada orang yang mengonsumsi sejumlah besar kayu manis atau mengunyah tembakau. Kalium bisa hilang lewat air kemih karena beberapa alasan. Yang paling sering adalah akibat penggunaan obat diuretik yang menyebabkan ginjal membuang natrium, air, dan kalium dalam jumlah berlebihan.
Obat-obatan seperti insulin dan obat asma jenis albuterol, terbutalin, dan teofilin bisa meningkatkan perpindahan kalium ke dalam sel dan mengakibatkan hipokalemia. Namun, pemakaian obat-obatan ini jarang menjadi penyebab tunggal terjadinya hipokalemia.
Mudah lelah
Hipokalemia ringan biasanya tidak menyebabkan gejala sama sekali. Kondisi yang lebih berat dapat mengakibatkan kelemahan fungsi otot dan tubuh mudah lelah. Kelemahan otot biasanya terjadi pada otot kaki dan tangan, tetapi kadang juga mengenai otot mata, otot pernapasan, dan otot untuk menelan. Kedua keadaan terakhir ini dapat berakibat fatal. Kondisi lemah otot ini dialami Rianti, yang sering kram di kaki jika terlalu banyak beraktivitas. “Pernah sampai lumpuh,” kata gadis 24 tahun ini.
Oleh dokter ia disarankan banyak makan pisang. “Sekarang aku tak bisa jauh dari pisang,” ujarnya. Pada kondisi hipokalemia parah, sistem saraf juga mengalami gangguan dalam mengantarkan rangsangan. “Yang lebih parah, meskipun jarang terjadi, hipokalemia dapat menyebabkan masalah serius seperti detak jantung tak beraturan hingga berhentinya detak jantung,” imbuh Dr. Samuel.
Beberapa penelitian menyebutkan, orang yang kekurangan potasium lebih berisiko terkena penyakit hipertensi, yang merupakan faktor pemicu penyakit jantung dan stroke. Kurang asupan kalium mudah digantikan dengan mengonsumsi makanan sumber kalium atau garam kalium (kalium klorida) dengan cara ditelan (oral). Pengobatan oral ini lebih mudah, tetapi karena kalium dapat mengiritasi saluran pencernaan, hanya diberikan dalam dosis kecil. Pemberian 40-60 mEq dapat menaikkan kadar kalium sebesar 1-1,5 mEq/L, sedangkan 135-160 mEq dapat menaikkan kalium 2,5-3,5 mEq/L.
Pada hipokalemia berat, kalium bisa diberikan secara intravena. Hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya di rumah sakit, untuk menghindari kenaikan kadar kalium yang terlalu tinggi. Konsentrasi kalium dalam darah orang dengan hipokalemia berat ini mesti diperiksa ulang secara periodik. Bila kondisi membaik, jenis pengobatan dapat diubah.
materi referensi:
http://nasional.kompas.com/read/2008/07/07/22035499/kalium.atur.keseimbangan.elektrolit.tubuhSudah dibaca kan? bagaimana menurut kalian?
kalau kalian punya sakit (bukan penyakit loh yaa) yang kayak gitu.. bisa di sharing-kan juga ke aku.
mungkin aja kita bisa saling bertukar pikiran. atau sekedar curhat aja ke aku. gapapa koq.. :)
ditunggu yaaa.. ;)
*RAJIN2 YAA.. MAKAN SAYUR DAN BUAH.. JAGA KESEHATANMU BAIK2.. SAKIT ITU GAK ENAK LOH.. SUMPAH!* XD
